UMAT ISLAM DI MEDAN DIPERSEKUSI! Diskusi GIP-NKRI Coba Dibatalkan - Suara Medan | Info Medan Terkini

UMAT ISLAM DI MEDAN DIPERSEKUSI! Diskusi GIP-NKRI Coba Dibatalkan

SUARAMEDAN.com -Persekusi kepada umat Islam terjadi di Kota Medan. Puluhan orang yang mengatasnamakan diri Masyarakat Peduli Pancasila menggeruduk Hotel Sulthan Darussalam, Jalan Darussalam, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (11/8/2018) siang.

Mereka mendesak pihak hotel untuk membatalkan diskusi politik Islam yang akan digelar Gerakan Islam Pengawal NKRI  di hotel tersebut, Ahad (12/8/2018).


Puluhan orang yang dikoordinasi oleh Indra Chaniago mendesak pihak hotel  dan mengancam serta mengeluarkan kata-kata kotor kepada manajemen dan karyawan hotel agar membatalkan acara yang mengangkat tema "Penegakan Syariat Islam di NKRI. Peluang dan Tantangan".



"Security kami dipegangi, karyawan kami diancam dan GM (General Manager) dipaksa untuk membuat surat pembatalan acara," ujar Putri, salah seorang karyawan hotel.

Pihak manajemen hotel sempat meminta kartu identitas dan bertanya berasal dari unsur organisasi masyarakat yang mana, namun tidak seorang pun dari massa yang hadir bersedia memberikannya.

"Massa yang hadir sekitar 120-an orang datang menggunakan angkutan kota sekitar pukul 13.30 WIB," ujarnya.

Pihak kepolisian sendiri hadir sekitar pukul 15.30 saat dimana massa telah berhasil mendesak pihak manajemen hotel menandatangani keinginan massa dan membubarkan diri.

Meski demikian, hingga pukul 19.00 WIB, panitia acara menegaskan bahwa diskusi akan tetap digelar.

Masri Sitanggang bersama Aparat Kepolisian di Hotel The Sulthan

Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Masri Sitanggang menjelaskan bahwa kegiatan diskusi rutin GIP-NKRI bersifat akademis dan terbuka.

"Siapa saja yang ingin tahu apa isi diskusi dan bagaimana pandangan para panelis pemberi pandangan, silahkan saja hadir. Setiap yang hadir dipekenankan memberikan pandangannya leluasa tentang topik yang dibahas, sekalipun akan mengundang perdebatan. Ini adalah mimbar diskusi akademis bebas. Oleh karena itu tidak perlu dicurigai," ujar Masri.

Landasan perjuangan GIP-NKRI, kata Masri SItanggang, adalah Islam dan Pembukaan UUD 1945. Negeri ini harus konsisten dibangun sesuai dengan pembukaan UUD 1945. Kedua-duanya (Islam dan Pembukaan UUD 1945) harus sejalan dan tak boleh berbenturan satu sama lain.

“Kita ingin jadi warga Negara yang baik sekaligus yang taat kepada Allah dan Rasul-NYa.  Kita tidak ingin menjadi warga negara yang baik tetapi berkhianat kepada Allah dan Rasul-NYa atau sebaliknya, menjadi Islam yang baik tetapi memberontak kepada negaranya," demikian Masri Sitanggang.

Sementara itu, Pengurus GIP-NKRI yang juga merupakan panitia Chairul Munadi menegaskan persekusi yang dilakukan massa termasuk pelanggaran HAM.

"Kalau mereka melanggar HAM, mereka yang nggak Pancasilais. Mereka bisa dijerat tindak pidana. Karena mereka sudah lakukan pelanggaran HAM dengan membatasi kebebasan bersuara," ujarnya.

"Kalau mereka tidak setuju dengan kita boleh diskusi dengan kita. Bukan dengan cara menggeruduk. Kalau mereka keberatan ada pihak keamanan dan bisa laporkan, biar pihak keamanan yang berdiskusi dengan kita. Jangan melakukan proses eksekusi seperti itu. Karena kalau itu dibiarkan berarti tidak ada hukum di negara ini," pungkas Chairul.

Diskusi Gerakan Islam Pengawal NKRI akan digelar Ahad,12 Agustus mulai pukul 09.00 WIB.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "UMAT ISLAM DI MEDAN DIPERSEKUSI! Diskusi GIP-NKRI Coba Dibatalkan "

Post a Comment